|
Title:
|
Analisis Break Even Point Usaha Rumahan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)
|
|
Abstract:
|
Buhori Muslim, 2026. ANALISIS BREAK EVEN POINT USAHA RUMAHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) (Studi Kasus Usaha Jamur tiram putih Kang Ade Fariz di Desa Margajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Jawa Barat). Dibawah Bimbingan Tuti Gantini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaan usaha budidaya jamur tiram putih, menganalisis biaya produksi, serta menghitung Break Even Point (BEP) pada usaha budidaya jamur tiram putih milik Kang Ade Fariz di Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur tiram putih menghasilkan produksi sebesar 900 kg per siklus produksi. Total biaya produksi yang dikeluarkan terdiri atas biaya tetap sebesar Rp1.336.000 dan biaya variabel sebesar Rp4.745.000, sehingga total biaya produksi mencapai Rp6.081.000. Penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan jamur tiram sebesar Rp13.500.000 dengan harga jual Rp15.000 per kilogram, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp7.419.000 per siklus produksi. Hasil analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa titik impas produksi sebesar 405,4 kg dan titik impas penerimaan sebesar Rp2.059.000. Produksi aktual sebesar 900 kg dan penerimaan sebesar Rp13.500.000 berada di atas nilai BEP, sehingga usaha budidaya jamur tiram putih dinilai menguntungkan, layak untuk diusahakan, dan memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kata kunci: Budidaya Jamur Tiram Putih, Biaya Produksi, Pendapatan, Penerimaan, Break Even Point (BEP).
|